Katamu Padaku

Kata mu pada ku, “keledai saja tidak jatuh ke lubang yang sama.” Membangunkan ku dari tidur lamaku. Bertahun bidukku terkatung di laut, tanpa perduli ikatan pada bintang Kartika. Siuman aku jadinya oleh mu, tapi geliat kesadaran ini membuatku resah pada gelombang yang pasti akan menerpa biduk kecilku.

Kata mu pada ku, “aku tahu hati mu sama saya.” Memang engkau sudah mengambilnya dulu entah kapan. Yang tinggal hanya jantung, usus, dan ginjalku. Kalau yang tinggal kini engkau ambil lagi, apalagi yang akan tersisa di diri ini. Apakah cukup dengan kulit pembalut tulang, dan rongga dada yang kosong melompong?

Kata mu pada ku, “kamu terlalu tenang, sayang ku.” saat tachycardia-ku kumat waktu dekat denganmu. Seperti biasanya bila risau menghadang ku tutup mata ini, dan membiarkan sang kala membawanya pergi. Hanya cara begini ku bisa bertahan hidup. Bila tidak, sudah lama aku berlalu dari kehidupan.

Kata mu pada ku, “suka dengar cadelmu.” Astaga, teganya dikau mengotori selaput genderang telingamu untuk suaraku yang jauh dari serak-serak basah.

Kata mu pada ku, “kamu berpikir unik, smart, detail, lucu.” Waduh beruntungnya aku disejajarkan dengan Doraemon. Itu lho, si kucing robot yang selalu membantu si anak pemalas bernama Nobi Nobita. Cuma kalau boleh aku memilih agar akhirku tidak seperti si kucing robot yang akhirnya mati karena kehabisan baterai.

Kata mu pada ku, “makanya sayang, idealnya pernikahan adalah perpaduan antara cinta dan komitment.” Aku mangguk saja sebab di dalam benak ku telah tertumpuk sampah Auguste Comte yang berkata: keluarga adalah unit ekonomi. Kalau bagian yang dysfunction melemahkan ikatan keluarga maka ia akan diganti.

Kata mu padaku, “tak akan membiarkan ku kehilangan jati diri.” akankah engkau ujinkan tanganmu meraih utas untaian agar ku tak bagai layang-layang putus. Sebab orang yang tercabut dari akar budayanya cenderung kehilangan jati diri dan pada gilirannya lebih tega dan nekat.

Ku tutup mataku kali ini, sebab katamu pada ku perlu “menunggu pagi dimana beban ditinggalkan di tempat tidur.”

Advertisements

Posted on April 15, 2011, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: