Ijinkan aku mencintaimu dalam sunyi

Kita tak akan pernah bisa merangkai ulang segala impian dan kenangan yang meranggas secara perlahan.

Juga kita tak berdaya untuk menyepuh ringkih hati lalu menyemai harap, segalanya akan kembali seperti semula.

Karena waktu yang berlalu lakasana jejak kaki di bibir pantai yang lenyap terhapus oleh hempasan ombak.

Kita hanya akan bisa bersenandung pilu dan membuat segenap angan terbang melayang mencabik cakrawala.

Sementara dada tetap menyimpan segala asa dan rindu.

Diam pada keheningan adalah ramuan lama yang kita bisa teguk dan lantunkan dan kemudian senandungkan ratap yang bergema lirih hingga ke dinding-dinding waktu yang tak terbatas.

Karena apa yang kini ada adalah tempat dimana akhir segala musim bertiup dan arus semua sungai bermuara.

Dan disini kita gamang pada pilihan : meniti samar masa depan atau menggenggam nostalgia dan ikut karam bersamanya.

Advertisements

Posted on May 1, 2011, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: